Pendahuluan
Kata “bokeh” saat ini sering muncul di dunia digital, terutama dalam konteks video dan fotografi. Banyak orang mengaitkannya dengan tampilan visual yang indah, lembut, dan artistik — efek buram di belakang subjek utama.
Namun, belakangan istilah “video bokeh” sering digunakan secara keliru di internet, bahkan di luar makna fotografi yang sebenarnya. Untuk memahami arti sesungguhnya, kita perlu menelusuri asal kata bokeh dari bahasa Jepang dan bagaimana istilah ini berkembang hingga menjadi fenomena global.
Apa Arti “Bokeh” dalam Bahasa Jepang?
Kata “bokeh” (ボケ) berasal dari bahasa Jepang, yang merupakan bentuk kata benda dari kata kerja “bokeru” (ボケる).
Arti kata “bokeru” dalam bahasa Jepang bisa bermacam-macam tergantung konteksnya:
- Kabur atau tidak fokus (secara visual) — biasanya digunakan dalam konteks fotografi atau penglihatan.
- Bingung, pelupa, atau pikun (secara mental) — digunakan dalam percakapan sehari-hari.
Dalam dunia seni visual, terutama fotografi, “bokeh” diambil dari makna kabur secara visual, yaitu bagian gambar yang tidak tajam namun tetap indah secara estetika.
Bagaimana Istilah “Bokeh” Masuk ke Dunia Fotografi
Pada dasarnya, efek bokeh telah dikenal sejak era kamera analog. Namun, istilah “bokeh” baru populer secara internasional pada tahun 1990-an, ketika majalah fotografi Amerika, Photo Techniques, menerbitkan artikel berjudul “Bokeh: The Aesthetic Quality of Blur”.
Artikel ini membahas bagaimana fotografer Jepang menilai keindahan “kualitas blur” dari lensa kamera, bukan sekadar seberapa buram hasilnya. Dari sinilah istilah bokeh mulai mendunia.
Makna Bokeh dalam Seni dan Filosofi Jepang
Dalam budaya Jepang, keindahan tidak selalu identik dengan kesempurnaan. Ada filosofi estetika yang disebut “wabi-sabi”, yang menekankan keindahan dalam ketidaksempurnaan, ketenangan, dan kesederhanaan.
Efek bokeh dianggap mencerminkan nilai tersebut: bagian buram yang lembut menonjolkan subjek utama tanpa menghilangkan kedalaman suasana.
Oleh karena itu, bokeh bukan sekadar efek visual, tapi juga perwujudan rasa dan suasana hati dalam fotografi dan videografi.
Video Bokeh dalam Konteks Asli
Ketika istilah bokeh digunakan dalam dunia videografi, maka artinya tetap sama: efek blur atau kabur pada latar belakang video, yang bertujuan untuk menonjolkan subjek utama.
Efek ini sering digunakan dalam film, video musik, maupun iklan profesional untuk memberikan kesan sinematik dan fokus visual.
Misalnya:
- Latar belakang lampu kota di malam hari menciptakan titik cahaya bulat lembut (bokeh light).
- Subjek manusia tampak jelas sementara background-nya buram halus.
- Fokus kamera berpindah perlahan antara dua subjek (focus pull) untuk menciptakan efek bokeh dinamis.
Perkembangan “Video Bokeh” di Dunia Modern
Dengan kemajuan teknologi kamera digital dan smartphone, istilah video bokeh menjadi semakin populer.
Bahkan, sebagian besar ponsel modern kini memiliki fitur “Portrait Video” atau “Bokeh Mode”, yang menggunakan kombinasi sensor kamera dan kecerdasan buatan (AI) untuk meniru efek bokeh seperti kamera profesional.
Namun, ironisnya, di dunia maya — terutama di Asia Tenggara — istilah “video bokeh” sering disalahgunakan sebagai istilah umum untuk konten non-fotografi yang tidak berhubungan dengan dunia sinematografi.
Padahal secara teknis dan bahasa, bokeh sama sekali tidak ada kaitannya dengan jenis konten tersebut.
Perbedaan Antara Bokeh Asli dan Digital
Dalam dunia kamera profesional, efek bokeh dihasilkan secara optik, bukan melalui software.
Berikut perbedaannya:
| Jenis | Ciri Khas | Teknologi |
|---|---|---|
| Bokeh Optik (Asli) | Dihasilkan oleh lensa kamera dengan aperture besar (misalnya f/1.4 atau f/2.0). | Murni dari efek optik lensa. |
| Bokeh Digital (AI) | Dibuat dengan algoritma yang memisahkan subjek dan latar belakang. | Menggunakan software dan sensor depth. |
Efek optik biasanya lebih alami, sementara bokeh digital cenderung terlihat “buatan” jika tidak diatur dengan baik.
Jenis-Jenis Efek Bokeh pada Video
Efek bokeh dalam video tidak selalu sama. Ada beberapa jenis tampilan visual yang berbeda tergantung lensa dan pencahayaan:
1. Bokeh Bulat (Circular Bokeh)
Cahaya di latar belakang berubah menjadi titik-titik bulat lembut, sangat populer dalam video malam hari.
2. Bokeh Spiral (Swirly Bokeh)
Efek bokeh berbentuk pusaran di sekitar subjek, sering dihasilkan oleh lensa vintage.
3. Bokeh Geometris
Muncul karena bentuk bilah aperture lensa, menghasilkan bentuk segi enam atau delapan pada cahaya blur.
4. Creamy Bokeh
Jenis bokeh yang sangat halus dan lembut, sering digunakan dalam film romantis.
Bagaimana Cara Membuat Video Bokeh Profesional
Untuk mendapatkan efek bokeh yang menarik dalam video, ada beberapa langkah penting:
- Gunakan lensa dengan aperture besar (f/1.8, f/2.0, f/2.8).
- Dekatkan kamera ke subjek utama dan buat jarak cukup jauh dengan latar belakang.
- Gunakan pencahayaan latar seperti lampu atau sinar matahari untuk menciptakan refleksi cahaya lembut.
- Gunakan kamera manual atau mode sinematik.
- Jaga kestabilan kamera dengan tripod atau gimbal agar efek blur tetap lembut.
Video Bokeh dalam Industri Film Jepang
Dalam dunia film Jepang, efek bokeh sering digunakan untuk menekankan suasana emosional dan introspektif.
Sutradara Jepang seperti Makoto Shinkai dalam film Your Name (Kimi no Na wa) atau Weathering With You sering menggunakan efek bokeh untuk menghadirkan nuansa hangat, nostalgia, dan keintiman visual.
Efek ini tidak hanya memperindah gambar, tapi juga berfungsi sebagai alat pencerita visual (visual storytelling) — sesuatu yang khas dalam perfilman Jepang.
Kesalahan Umum Mengenai Istilah “Video Bokeh”
Beberapa kesalahan umum yang sering muncul antara lain:
- Menganggap video bokeh berarti jenis video tertentu selain sinematik — ini salah besar.
- Mengira bokeh adalah efek “filter” padahal sebenarnya hasil dari karakteristik optik lensa.
- Menggunakan istilah “bokeh” untuk hal yang tidak berhubungan dengan fotografi atau sinematografi.
Makna Filosofis di Balik Efek Bokeh
Efek bokeh bukan hanya teknis, tapi juga memiliki makna simbolis:
- Fokus pada yang penting: Latar belakang kabur mengajarkan kita untuk menatap inti dari sebuah momen.
- Ketenangan dalam kekaburan: Dalam hidup, tidak semua hal harus terlihat jelas untuk bisa indah.
- Kehangatan dan kedekatan: Efek bokeh menciptakan rasa intim antara subjek dan penonton.
Kesimpulan
Istilah bokeh berasal dari bahasa Jepang bokeru yang berarti “kabur” atau “tidak fokus”. Dalam dunia fotografi dan videografi, bokeh menggambarkan keindahan blur pada latar belakang gambar, yang menonjolkan subjek utama dan memperkaya suasana visual.
Sayangnya, di era digital istilah “video bokeh” sering disalahartikan, padahal makna aslinya sangat artistik dan berakar pada filosofi estetika Jepang.
Memahami arti sebenarnya membuat kita lebih menghargai nilai seni dan filosofi di balik setiap karya visual yang menampilkan bokeh indah.
FAQ tentang Video Bokeh
1. Apa arti kata bokeh dalam bahasa Jepang?
Berarti kabur atau tidak fokus, berasal dari kata kerja bokeru (ボケる).
2. Apakah bokeh hanya digunakan dalam fotografi?
Tidak, bokeh juga digunakan dalam videografi atau film untuk efek visual sinematik.
3. Mengapa istilah video bokeh sering disalahartikan?
Karena banyak orang di internet menggunakannya dalam konteks yang salah, bukan dalam arti teknis fotografi.
4. Bagaimana cara membuat video bokeh di HP?
Gunakan mode potret video atau aplikasi kamera dengan fitur “bokeh” dan pastikan pencahayaan cukup.
5. Apa filosofi bokeh dalam budaya Jepang?
Mewakili keindahan dalam ketidaksempurnaan — fokus pada esensi, bukan pada segala hal yang tampak kabur.












