Pendahuluan
Kata “bokeh” kini sangat populer di dunia fotografi maupun videografi. Banyak orang mengenalnya sebagai efek buram yang indah di belakang subjek foto atau video. Namun, tahukah kamu bahwa istilah “bokeh” sebenarnya berasal dari bahasa Jepang dan memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar efek visual?
Artikel ini akan membahas secara lengkap asal-usul, arti, dan evolusi kata “bokeh” dalam konteks budaya dan teknis, termasuk bagaimana istilah ini berkembang hingga dikenal di seluruh dunia.
Apa Itu Bokeh?
Secara sederhana, bokeh adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kualitas estetika dari area yang tidak fokus (blur) dalam sebuah foto atau video. Efek ini biasanya muncul di bagian latar belakang atau depan objek utama, dan memberikan kesan lembut, artistik, serta fokus yang lebih kuat pada subjek utama.
Asal Kata “Bokeh” dari Bahasa Jepang
Kata “bokeh” (ボケ) berasal dari bahasa Jepang yang berarti “kabur” atau “tidak fokus”.
Dalam bahasa Jepang, kata ini berasal dari kata kerja “bokeru” (ボケる) yang artinya:
- Kabur secara visual (gambar yang tidak tajam)
- Bingung atau pikun (dalam konteks mental seseorang)
Jadi, “bokeh” bisa memiliki makna ganda tergantung konteksnya. Dalam fotografi, maknanya lebih merujuk pada kaburnya latar belakang gambar.
Sejarah Istilah Bokeh di Dunia Fotografi
Istilah “bokeh” mulai dikenal luas di dunia Barat sekitar tahun 1990-an, ketika majalah fotografi di Amerika mulai menggunakan kata tersebut untuk menjelaskan kualitas blur pada lensa kamera Jepang.
Pada tahun 1997, majalah Photo Techniques menerbitkan artikel dengan judul “Bokeh: The Aesthetic Quality of Blur”, yang memperkenalkan istilah ini kepada fotografer di seluruh dunia.
Sejak saat itu, kata bokeh menjadi istilah baku dalam dunia fotografi internasional.
Bokeh dalam Konteks Budaya Jepang
Dalam budaya Jepang, estetika memiliki nilai yang sangat tinggi. Mereka menghargai kesederhanaan, keseimbangan, dan keindahan yang tidak sempurna — prinsip ini disebut “wabi-sabi”.
Efek bokeh dianggap sebagai representasi dari konsep tersebut: indah dalam ketidaksempurnaan.
Buramnya latar belakang justru memperkuat makna visual dan emosi dari subjek utama — sebuah filosofi yang selaras dengan pandangan hidup orang Jepang.
Perbedaan Arti “Bokeh” dalam Bahasa dan Dunia Digital
Menariknya, di era digital, kata “bokeh” sering disalahartikan. Banyak orang di internet, terutama di Asia Tenggara, menggunakan kata ini dalam konteks video atau konten lain yang sebenarnya tidak berkaitan dengan fotografi.
Namun, dalam arti yang asli, bokeh tetap merujuk pada efek visual kamera, bukan hal lainnya.
Jenis-Jenis Efek Bokeh dalam Fotografi
Efek bokeh bisa berbeda-beda tergantung dari desain optik lensa kamera. Berikut adalah beberapa jenis bokeh yang umum:
1. Bokeh Halus (Smooth Bokeh)
Ciri khasnya adalah transisi lembut antara area fokus dan blur, menciptakan kesan romantis dan alami.
2. Bokeh Berbentuk Geometris
Bokeh jenis ini biasanya muncul dari bukaan diafragma berbentuk segi enam atau delapan, sehingga titik cahaya di latar belakang tampak seperti bentuk geometris.
3. Swirly Bokeh
Efek bokeh yang memiliki pola melingkar di sekitar subjek utama, sering ditemukan pada lensa klasik seperti Helios 44-2.
4. Bubble Bokeh
Cahaya di latar belakang membentuk lingkaran cahaya seperti gelembung, memberikan kesan unik dan futuristik.
Bagaimana Efek Bokeh Dihasilkan?
Efek bokeh muncul dari cara lensa menangani cahaya di luar area fokus. Faktor-faktor yang memengaruhi kualitas bokeh antara lain:
- Aperture (bukaan lensa): Semakin besar bukaan (misalnya f/1.4 atau f/2.0), semakin kuat efek bokehnya.
- Jarak antara subjek dan latar belakang: Semakin jauh jaraknya, semakin lembut efek buramnya.
- Desain optik lensa: Lensa dengan elemen optik premium cenderung menghasilkan bokeh yang lebih halus.
Pengaruh Bokeh dalam Dunia Perfilman Jepang
Dalam perfilman Jepang, efek bokeh digunakan untuk menekankan emosi dan kedalaman suasana.
Misalnya, dalam film romantis atau drama, latar belakang yang kabur membantu penonton fokus pada ekspresi wajah tokoh utama.
Efek ini juga sering digunakan dalam sinematografi anime modern, seperti karya Makoto Shinkai (Your Name, Weathering with You), yang terkenal dengan bokeh indah dan detail cahaya realistis.
Bokeh dalam Dunia Videografi Modern
Seiring perkembangan teknologi kamera, terutama pada smartphone, efek bokeh kini bisa dibuat dengan AI (kecerdasan buatan).
Mode portrait pada ponsel menggunakan algoritma untuk meniru efek bokeh optik, meskipun hasilnya tidak selalu sehalus kamera profesional.
Filosofi Estetika di Balik Bokeh
Bokeh bukan sekadar efek teknis, tapi juga ungkapan estetika dan emosi. Dalam seni visual, buramnya latar belakang bisa diartikan sebagai:
- Fokus pada inti kehidupan, mengabaikan hal-hal yang tidak penting.
- Ketenangan dalam kesederhanaan, seperti pandangan zen.
- Kehangatan emosi, di mana latar belakang buram menciptakan kedekatan emosional dengan subjek.
Kesalahan Umum tentang Bokeh
Beberapa orang sering salah paham mengenai istilah ini. Berikut beberapa contoh kesalahpahaman umum:
- Menganggap bokeh berarti efek blur secara umum — padahal bokeh adalah kualitas blur, bukan sekadar efeknya.
- Mengira semua blur itu bagus — padahal bokeh bisa buruk jika bentuknya kasar atau mengganggu pandangan.
- Menggunakan istilah ini untuk hal non-fotografi — misalnya video non-artistik yang tidak relevan dengan efek kamera.
Bagaimana Cara Mendapatkan Bokeh Indah di Kamera?
Berikut tips sederhana untuk menghasilkan bokeh yang menawan:
- Gunakan lensa dengan aperture besar (misalnya f/1.8).
- Dekatkan kamera ke subjek utama.
- Pastikan jarak antara subjek dan latar belakang cukup jauh.
- Gunakan sumber cahaya seperti lampu kecil atau cahaya kota di malam hari untuk menciptakan efek titik bokeh.
Bokeh sebagai Simbol Keindahan Jepang
Seperti halnya bunga sakura yang melambangkan kefanaan, bokeh juga mencerminkan keindahan dalam ketidaksempurnaan.
Keduanya adalah simbol dari filosofi Jepang yang menghargai momen singkat namun penuh makna — sesuatu yang indah tapi sementara.
Kesimpulan
Istilah bokeh berasal dari bahasa Jepang bokeru yang berarti kabur atau tidak fokus. Dalam dunia fotografi dan perfilman, bokeh bukan hanya efek visual, tapi juga bentuk ekspresi artistik yang merefleksikan filosofi keindahan Jepang.
Dari lensa kamera hingga layar film, bokeh telah menjadi bahasa universal untuk menyampaikan kedalaman, keindahan, dan emosi visual.
FAQ tentang Bokeh
1. Apa arti asli kata bokeh dalam bahasa Jepang?
Berarti kabur atau tidak fokus, berasal dari kata kerja bokeru.
2. Kapan istilah bokeh mulai dikenal di dunia fotografi?
Sekitar tahun 1997 ketika diperkenalkan oleh fotografer Barat melalui majalah Photo Techniques.
3. Apakah semua efek blur bisa disebut bokeh?
Tidak. Bokeh mengacu pada kualitas blur, bukan hanya keberadaannya.
4. Bagaimana cara membuat bokeh di smartphone?
Gunakan mode potret, jaga jarak subjek, dan manfaatkan cahaya latar untuk efek maksimal.
5. Apa hubungan bokeh dengan budaya Jepang?
Bokeh menggambarkan filosofi estetika Jepang — keindahan dalam ketidaksempurnaan dan kesederhanaan.










